@agniflams

Friday, October 4, 2013

Akibat Mabuk Remaja Lakukan Pembunuhan
indosiar.com, Palembang - Karena pengaruh minuman keras seorang remaja tega membunuh kerabatnya sendiri di Palembang. Dalam reka ulang yang digelar Jajaran Polsekta Sebrang Ilir Satu Palembang, Senin (3/03) kemarin terungkap peristiwa pembunuhan yang menimpa korban Mardi warga Jalan Kimarogon Kertapati Palembang pertengahan bulan lalu itu dilatarbelakangi pengaruh minum- minuman keras.
Saat itu tersangka Darmin warga Gotong Royong Kertapati bersama beberapa orang saksi lainnya terlihat mabuk disebuah pos penjagaan Pasar Kertapati. Tanpa alasan jelas usai minum-minuman keras tersebut tersangka langsung kebelakang pasar dan menikam korban Mardi yang agak kebelakang mentalnya. Usai menikam korban, tersangka langsung melarikan diri sedangkan korban sempat lari keluar pasar. Diduga karena kehabisan darah akhirnya korban roboh bersimbah darah persis didepan Pasar Kertapati.

Mayat korban yang terbujur kaku akhirnya diamankan petugas Polsekta Ulu Satu Palembang dan warga sekitar. Eko juga mengingatkan agar para warga dapat menjauhi semua bentuk minuman keras agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya kini tersangka diamankan di Mapolsekta Sebrang Ulu Satu Palembang dan siap menjalani hukuman selama 9 tahun penjara.(Romi dan Baharudin Rahman/Idh)

Dicekoki Narkoba, Remaja Putus Sekolah Digilir Dua Pemuda
08 September, 2012


LUBUKPAKAM- Pupus sudah masa depan remaja putri ini, selain putus sekolah ia juga menjadi korban perbuatan asusila dua pria yang baru ia kenal. Maka tak ayal lagi ia harus menanggung beban moral seumur hidupnya.

Sebut saja namanya Asanti (14) ia harus rela menyerahkan keperawanannya dan rela digilir dua pelaku yang baru dikenalnya, akibat termakan bujuk rayu usai dicekoki narkoba oleh Irfan (23) warga Pasar 13 desa Limau Manis dan temannya Tri Nanda Asmara (21) warga Dusun II A Desa Limau Manis, Kamis (6/9) pukul 23.00 WIB.

Untung saja perbuatan kedua pelaku diketahui orang tua Asanti, dan langsung melaporkannya ke Polsek Tanjungmorawa, Jumat (7/9) kemarin. Selanjutnya, tersangka Tri Nanda Asmara diserahkan orang tua korban, ke PPA (Perlindungan Anak dan Perempuan) Sat Reskrim Polres Deliserdang, sementara tersangka Irfan masih dalam pencarian Polisi (buron).

Perbuatan yang dilarang agama itu terbongkar, karena Asanti semalaman tidak pulang ke rumah ibunya. Setelah dicari kesana-kemari dan berdasarkan informasi, orang tua korban mengetahui kalau remaja putus sekolah ini (Asanti), sebelumnya terlihat berjalan bersama Tri dan Irfan di komplek sekolah yang berada di Desa Limau Manis Kecamatan Tanjungmorawa.

Selanjutnya ibu korban mencari keberadaan anaknya ke rumah Tri dan diketahui bahwa Asanti semalaman bersama Tri dan Irfan di rumah warga yang tidak ditempati lagi, didaerah Pasar 13. Setelah didesak orang tuanya, Asanti mengaku diri nya telah dicabuli Tri dan Irfan sebanyak dua kali.

Kepada petugas di Mapolsek Tanjungmorawa, Asanti mengaku perbuatan cabul itu telah dilakukan Tri sebanyak 2 kali di tempat yang sama. Sedang tersangka Irfan juga sudah mencabuli dirinya sebanyak 2 kali. Asanti juga mengaku awalnya dia hanya bermain-main di rumah kosong itu dan berkenalan dengan Irfan dan Tri.

Setelah malam, Irfan dan Tri bersama teman lainya mengajak Asanti untuk mengkonsumsi sabu-sabu. Usai mengkonsumsi sabu-sabu itu, beberapa temannya pulang ke rumah, sedang Irfan, Tri dan korban memilih menetap tidak pulang sembari tidur-tiduran disana.

Di tempat itulah, korban ditidurkan di salah satu bangku kayu yang telah dipersiapakan pelaku, sembari di rayu tersangka Irfan untuk berhubungan intim layaknya seperti suami-istri. Awalnya korban menolak, namun karena terus rayu dan berjanji akan menikahinya, akhirnya korban pasrah dan terjadilah perbuatan asusila ditempat itu.

Selesai meniduri korban, rupanya rekan Irfan yakni Tri  juga mencabuli remaja putri putus sekolah kelas II SMP itu. Perbuatan cabul untuk yang kedua kalinya, dilakukan kedua pemuda terhadap korban di tempat yang sama dengan cara bergantian, setelah kedua pelaku mengajak korbannya mengkonsumsi sabu-sabu.

Kapolsek Tanjungmorawa AKP Telly Alvin bersama Kanit Reskrim Iptu Adi Alfian, membenarkan adanya seorang tersangka cabul yang diserahkan keluarga korban ke Polsek Tanjungmorawa. Kini tersangka Tri Nanda Asmara dilimpahkan ke Polres Deliserdang, sementara itu tersangka Irfan masih buron. (btr)



Read more: http://www.hariansumutpos.com/2012/09/41076/dicekoki-narkoba-remaja-putus-sekolah-digilir-dua-pemuda#ixzz2gfHrtuif
Share:

Thursday, October 3, 2013

Diganggu Saat Main Game, Remaja Tega Bunuh Ibunya

Liputan6.com, China : Lagi-lagi game online menjadi 'tersangka utama' sebuah tindak kriminalitas. Kali ini bahkan kejadiannya sangat sadis. Seorang gamer remaja berusia 15 tahun asal Hengxian, Guangxi, China dilaporkan tega menusuk ibunya sendiri hingga tewas.

Remaja itu akhirnya menuruti kemauan sang ibu untuk pulang ke rumah. Namun pertengkaran kembali terjadi ketika sang ibu memintanya untuk berhenti bermain game online dan melepaskan anting-anting yang dipakainya.Menurut yang dilansir laman Game in Asia, Kamis (26/9/2013), remaja yang tak disebutkan namanya itu tega membunuh ibunya karena merasa terganggu ketika sang ibu tiba-tiba datang ke warnet (warung internet) tempat ia bermain game online.
Entah apa yang terjadi, sang remaja hilang kendali karena marah dan secara spontan mengambil pisau untuk menusuk ibu kandungnya.
Ironisnya, setelah melakukan pembunuhan tersebut, sang anak justru memutuskan untuk pergi mandi dan kembali ke warnet meneruskan permainan game online-nya tadi. Tak terlihat sedikit penyesalan pun di raut wajah sang anak atas nasib yang menimpa orantuanya sendiri.
Namun kejadian ini mulai terungkap ketika ayah dari remaja tersebut menanyakan kondisi sang ibu. Sang ayah mengaku berkali-kali mencoba menghubungi sang ibu tapi tidak ada jawaban.
Sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah kejahatan besar, akhirnya remaja itu pergi ke kantor polisi dan mengakui segala hal yang telah dilakukannya. (dhi/dew)
Share:

Gara-gara Game Online, Remaja Ini Nekat Bunuh Diri

Liputan6.com, Hong Kong : Video game kerap dituding sebagai salah satu hal yang paling memiliki dampak buruk bagi anak-anak dan remaja. Meski tak sepenuhnya benar, namun sejumlah kejadian yang ada nyatanya memang mengindikasikan hal tersebut.

Remaja yang disebutkan bernama Chen itu tewas setelah melompat dari atap gedung apartemen tempat tinggal keluarganya. Dalam sebuah pesan yang ditinggalkannya, Chen menuturkan bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan.Seperti yang dilansir laman Tech In Asia, Rabu (11/9/2013), seorang remaja berumur 18 tahun asal San Po Kong, Hong Kong dilaporkan nekat mengakhiri hidupnya sendiri gara-gara tertipu transaksi gameonline.
Setelah diselidiki lebih lanjut, pihak kepolisian Hong Kong menemukan fakta yang mengindikasikan bahwa Chen telah menjadi korban penipuan pembelian mata uang virtual yang diperuntukkan bagi keperluan bermain game online.
Pihak kepolisian juga menemukan jejak digital di PC milik Chen yang menginformasikan bahwa ia telah mengirimkan sejumlah uang untuk membeli mata uang virtual. Namun sayang, mata uang virtual yang dibelinya itu tak kunjung masuk ke dalam akun game online milik Chen.
Chen diduga sadar telah menjadi korban penipuan dan merasa malu, hingga akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Pihak kepolisian Hong Kong sendiri hingga saat ini sedang melacak ke mana dan pada siapa sebenarnya Chen membeli mata uang virtual game online tersebut.
Di Hong Kong sendiri, tren game online dianggap sudah sangat merusak generasi muda karena membuat kecanduan dan membuat pemainnya mengesampingkan kepentingan menuntut ilmu. Pemerintah Hong Kong dilaporkan kerap melakukan razia bagi para pelajar yang sedang berada di game center di waktu jam sekolah. Mereka yang tertangkap akan diberi hukuman, bahkan tak menutup kemungkinan mendekam di penjara anak-anak. (dhi/gal)

Gara-gara Game Online, Remaja Ini Nekat Bunuh Diri
Share:
Flag Counter

BTemplates.com

Follow me! @agniflams
Powered by Blogger.